Menjelajahi Penang dengan Satu Ringgit

IMG_20170219_091739edit.jpg

Hari terakhir di Penang, saya menyempatkan untuk mengunjungi beberapa bangunan bersejarah. Setelah menyewa sepeda, saya langsung meluncur ke Padang Kota Lama. Di Padang Kota Lama terdapat alun-alun, pantai, gedung Town Hall, City Hall dan Esplanade. Waktu masih menunjukkan pukul 8 pagi, saya sengaja berangkat lebih pagi untuk menghindari cuaca Penang yang panasnya tidak santai.

Sesampainya di lokasi, tempatnya masih sepi. Saya datang ketempat ini dua kali. Pertama pukul 8 pagi dan 3 sore. Perbedaan yang menonjol adalah ketika masih pagi, tentu saja masih sepi dan udara masih sejuk. Menjelang sore hari, banyak mobil terparkir disana dan cuacanya panas.

 

IMG_20170219_092140.jpg
City Hall pukul 8 pagi
IMG_20170219_171641.jpg
City Hall pukul 3 sore

Town Hall yang dibangun pada tahun 1879-1883 ini difungsikan sebagai perpustakaan dan aula pertemuan. Sedangkan City Hall yang dibangun tahun 1903 ini difungsikan sebagai Kantor Walikota Penang pada saat itu.

IMG_20170219_092049.jpg
Town Hall

Tidak jauh dari City dan Town Hall, ada pantai. Pantainya tidak terlalu bagus, tapi cukup bersih dan sejuk untuk beristirahat sejenak.

YDXJ1067edit.jpg
Sayangnya mendung…
YDXJ1063.jpg
Depan pantai…

Puas berkeliling di Padang Kota Lama, saya melanjutkan perjalanan ke Museum Negara Pulau Pinang yang lokasinya berada di Lebuh Farquhar. Diperjalanan, saya melewati St. George’s Church Penang yang terkenal itu. Gereja yang masih difungsikan sampai sekarang. Sayangnya, saya tidak masuk, karena pada saat itu sedang ada acara. Jadi, cuma berhenti didepannya dan mengambil beberapa foto.

IMG_20170219_093326.jpg
St. George’s Church Penang

Setelah memarkirkan sepeda, dan membayar tiket masuk sebesar Rm 1, saya mulai menjelajahi Museum Negara Pulau Pinang.

IMG_20170219_101008.jpg

Museumnya terdapat 2 lantai. Lantai pertama berisi diorama, foto, perlengkapan memasak hingga tempat tidur. Lantai kedua sama saja, cuma lebih lengkap di lantai pertama. Tangga menuju lantai 2 masih asli, terbuat dari kayu.

Masuk ke ruangan pertama, saya seperti diawasi oleh mata-mata dari foto yang terdapat disekitar saya. Merinding, apalagi saat itu, pengunjung museum sedikit.

Terdapat beberapa ruangan disana, dibedakan berdasarkan keturunan yang ada di Penang. Keturunan Cina, Jawa, Melayu, India, Arab dan lainnya.

YDXJ1083.jpg
Salah satu ruangan “India”
YDXJ1075.jpg
Katil Pengantin Cina
IMG_20170219_103924.jpg
Kostum Show jaman dulu
IMG_20170219_104938.jpg
Al-Quran yang ditulis dengan tangan
IMG_20170219_110357.jpg
Money Changer jaman dulu
IMG_20170219_103236.jpg
Mau main game?
IMG_20170219_101709.jpg
Tempat tidur kayu dan bantalnya yang terbuat dari marmer

Kalian pernah mendengar “Kaki Kuntum Taratai” yang dipercaya perempuan cina sebagai simbol kecantikan, tetapi sangat menyiksa? Kaki yang dilipat sedemikian rupa hingga menjadi kecil seperti kaki bayi. Saya tidak membayangkan jika kaki orang dewasa, harus dilipat sehingga bisa masuk kedalam sepatu ukuran bayi usia satu bulan. Sungguh menyiksa, demi terlihat “cantik”. Lebih ekstrim daripada trend kecantikan jaman sekarang.IMG_20170219_101833.jpg

IMG_20170219_101811edit.jpg
Sumpah ini kecil banget…
IMG_20170219_110023.jpg
Becak yang ditarik manusia
IMG_20170219_110311.jpg
Gelas
IMG_20170219_103710edit.jpg
Meja rias jaman dulu
IMG_20170219_101424.jpg
Mesin jahit untuk menyulam
YDXJ1080.jpg
Kotak musik
YDXJ1084.jpg
Lorong Museum
YDXJ1074_1.jpg
Kalau kata Mbak Raline sih “World without strangers” hahaha

Bagi yang akan mengunjungi Penang, ada baiknya berkunjung ke Museum Negara Pulau Pinang, karena lengkapnya cerita dan benda-benda bersejarah yang tersusun rapih disini. Dibandingkan dengan mengunjungi rumah-rumah yang dijadikan museum dan mematok harga mahal untuk tiket masuk, tetapi tidak sesuai dengan harapan.

Sungguh worth it, bahkan tidak seimbang dengan ilmu sejarah yang saya dapat. Dengan satu ringgit, saya bisa menjelajahi Penang dari masa awal Penang berdiri hingga sekarang ini.

Iklan

4 thoughts on “Menjelajahi Penang dengan Satu Ringgit

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s